Artikel ini aq tulis kembali dari kuasadoa.com... sebenarnya itu yang punya alamat itu adalah om (paman/paklik) ane sendiri.. jadi sekalian promosi biar saya bisa dapet AMPAU...hihihi.. ::ketahuan klok nolongnya gak iklas::
Udah deh,, mednding baca ini artikel...
Tanda salib merupakan sebuah tindakan fisik yang dimaksudkan untuk mengindikasikan relevansi dari salib yakni pengurbanan Yesus, dalam umat Kristiani yang menggunakan tubuhnya untuk menegaskan apa yang diyakininya.
Tanda Salib dalam bahasa latin disebut “signum crucis” adalah sebuah gerakan tangan ritual yang dilakukan oleh umat beriman khususnya orang-orang Katolik. Karena tidak semua cabang Kekristenan menjalani tanda salib ini. Tanda salib biasanya diiringi dengan pengucapan rumusan Trinitarian. Bagi umat Kristiani, gerakan tangan tersebut melambangkan salib di Kalvari karena membentuk salib di udara atau di permukaan tubuh seseorang. Ada dua bentuk utama, bentuk pertama diikuti oleh Gereja-Gereja Orthodoks Timur, dan bentuk kedua oleh Gereja-Gereja Barat (Gereja Anglikan, Gereja Lutheran, dan Gereja Katolik Romawi) dan Orthodoks Oriental. Tanda salib jarang digunakan oleh saudara-saudara / umat Kristen Protestan.Gerakan tangan di dalam membuat tanda Salib digunakan tangan kanan terbuka. Kelima jari terbuka yang melambangkanke-5 luka Kristus. Sekalipun ini merupakan metoda paling umum dalam membuat tanda salib oleh Kristiani Barat (Gereja Katholik Roma), bentuk-bentuk lainnya kadang-kadang digunakan pula.
Umat Barat juga melakukan “tanda salib kecil” yakni menyentuh dahi, bibir dan dada dengan ibu jarei yang digerakkan membentuk tanda salib kecil sambil membisikkan kalimat:” Semoga Sabda Kristus berdiam dalam pikiran, bibir dan hatiku”. Tanda salib kecil ini dilakukan pada saat pembacaan Injil dalam Misa dan umum pula digunakan untuk memberkati diri dengan air suci di saat memasuki atau meninggalkan gedung Gereja.
Gerakan jari-jemari tangan.
Tanda salib dilakukan dengan menyentuhkan jemari tangan pada dahi, dada/perut dan kedua bahu, diiringi pengucapan rumusan Trinitarian:” Dalam Nama Bapa (di dahi), dan Putera (di dada), dan Roh Kudus (dari bahu kiri ke bahu kanan), dan diakhiri dengan pengucapan :Amin.
Menurut para Bapa Gereja, dahi melambangkan surga, perut melambangkan bumi, bahu merupakan tempat dan tanda kekuatan. Serta, tandan di dahi melambangkan doa kepada Allah Bapa memohon kebijaksanaan; tangan di perut melambangkan doa kepada Allah Putera yang berinkarnasi; dan tangan pada bahu melambangkan doa kepada Allah Roh Kudus.
Puau Innocentius III (1198-1216) memberi petunjuk sebagai berikut: “Tanda salib dibuat dengan tiga jari, karena tanda ini dilakukan sambil menyeru Nama Tritunggal…Beginilah cara melakukannya: dari atas ke bawah, dan dari kanan ke kiri, karena Kristus pun turun dari surga ke atas bumi dan dari bangsa Yahudi (kanan) Dia perindah ke bangsa-bangsa lain (kiri).
Meskipun demikian, orang-orang lain membuat tanda salib dari kiri ke kanan, karena dari sengsara (kiri) kita harus menyeberang menuju kemuliaan (kanan), sama seperti Kristus menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan dari alam maut ke Firdaus. Beberapa imam membuat tanda salib dengan cara ini agar mereka dan umat dapat menyelidiki kebenaran hal ini-perhatikan imam yang menghadap umat untuk memberikan berkat-bila kita membuat tanda salib ke arah umat, maka gerakannya adalah dari kiri ke kanan..
Para penulis seperti Herbet Thurson, penulis artikel Tanda Salib di Catholic Encyclopedia menapsirkan bahwa petunjuk tersebut mengindikasikan bahwa pada masa itu umat Kristiani bai Timur dan Barat menggerakkan tanganya dari pundak kanan ke kiri. Kini, umat Kristiani Barat dan Orthodoks Oriental menyentuh bahu kiri sebelum ke kanan. Umat Kristiani Byzantium menggunakan gerakan dari kanan ke kiri.
0 komentar:
Post a Comment