ketika saya membuka situs okezone.com saya melihat headline berita berupa anngota DPR boleh tidur saat sidang. NGOOKKKK???? enaknya, salah satu fraksi mengatakan klok mau tidur silahakan keluar sidang dan masuk kedalam ruang VIP agra tidak bisa direkam oleh wartawan. HDOH... dasar DPR yang lama semakin aneh dan bikin jengkel orang indonesia aja. Udah Pada ngoto bikin gedung baru, eh gak taunya gedung baru cuam dipakek buat tidur ama mereka yang SOK peduli ama orang yg terpinggirkan,, ya contohnya saya ini.. hehehe....
Para anggota DPR menurut saya mereka kurang peduli terhadap nasib orang-orang banyak dan kurang berterima kasih kepada siapa yg memilih mereka dulu... hmmm... jadi inget UUD yg berbunyi tentang "anak terlantar diplihara oleh negara" (benergak nih ini pasal?) maklum bukan anak pancasila wajarlah klok salah.. :p
kayaknya pasal ini sudah tak berlaku lagi deh,, buktinya sekarang ini banyak banget anak-anak yang mengemis. Mengemisnya pun mereka sopan, dengan cara memberikan amplop dengan cara dislipkan dikendaraa, ini adalah model mengemis terbaru yg pernah saya lihat. Walaupun demikian saya juga jarang sekali memberi uang kepada mreka, saya pikir ini hanya membuat malas mereka. :: kok malah ngomong pengemis:: kembali ke DPR. Klok mereka para nggota DPR masih manusia seharusnya mereka jugapunya hati nurani lo,, ya paling enggak tunda dulu pembangunan gedung DPR sampai perekonomian negra ini SANGAT STABIL...tapi kapan??? Ini lah jadi tugas paramentri yg seharusnya bertugas speperti ini, bukan cuma saja melemparkan tugas-tugas gak jelas.
welcom
Selamat datang di blog sederhana kami..
Thursday, April 14, 2011
OBAT BAGI ANDA YANG PUNYA MORAL BURUK...hehhe
Ini memang seperti sebuah cerita fiksi. Tapi, suatu hari mungkin kita bisa mengobati cacat moral seseorang dengan menggunakan pengobatan melalui pil.
Para ilmuwan memang sangat tertarik untuk mengembangkan teknologi biomedis yang dapat mempengaruhi proses biologis, sehingga bisa meningkatkan perilaku moral seseorang.
"Sekarang, ini menjadi topik yang hangat di bidang riset saintifik," kata Dr Tom Douglas, periset dari Uehiro Centre Oxford University, seperti dikutip dari situs Guardian.
Menurut Douglas, yang juga merupakan salah satu pengarang buku Enhancing Human Capabilities, sebenarnya saat ini sudah ada obat-obatan yang dapat mempengaruhi pemikiran berlandaskan moral serta perilaku.
Prozac, misalnya, bisa meminimalkan agresi dan kegetiran terhadap lingkungan sekitar. Dengan kata lain, obat ini juga bisa membuat pasien menjadi lebih kompromis. Sementara itu, Oksitosin, atau biasa disebut dengan 'hormon cinta', diketahui dapat meningkatkan perasaan terhadap ikatan sosial dan empati, sekaligus juga mengurangi rasa cemas.
"Para ilmuwan akan mengembangkan lebih banyak obat-obatan. Sekarang saja, misalnya, kita bisa meminta resep beberapa dosis Oksitosin, sebagai obat semprot di hidung," kata Douglas. Namun, tak semua orang setuju dengan pendapat Douglas.
Deputy Director of Oxford Centre for Neuroethics Guy Kahane, mengatakan bahwa obat mungkin bisa mempengaruhi respon emosional seseorang. Namun, menurut Kahane, meningkatkan perilaku moral, bukanlah sesuatu yang bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan.
Lagipula, andaikan hal itu bisa, ia juga ragu apakah orang-orang mau dengan sukarela menenggak pil demi memperbaiki moralnya. Kahane mengatakan, membuat seseorang menjadi lebih baik, tidak agresif, dan lebih lembut berarti membuat orang itu menjadi lebih mudah dieksploitasi orang.
Di sisi lain, Kahane mengakui, bila hal ini diterapkan secara luas, mungkin memang bisa membantu manusia dalam mengatasi masalah global dan kemanusiaan. Namun, Ruud ter Meulen, Director of the Centre Ethics University of Bristol, memperingatkan, obat ini kadang juga bisa menimbulkan efek buruk.
"Oksitasin memang bisa menanamkan rasa percaya dan kerjasama dengan orang lain pada kelompok sosial yang sama. Tapi ini juga bisa mengurangi rasa empati kepada orang yang berada di luar kelompoknya," kata Meulen.
Contoh lainnya, Meulen menjelaskan, pengobatan terhadap penyakit Parkinson menggunakan stimulasi otak juga bisa mengakibatkan pasien menjadi lebih berani mengutil dari toko, bahkan menjadi agresif secara seksual.
Meulen lebih setuju bila obat-obat pendongkrak perilaku moral ini digunakan pada sistem peradilan kriminal.
"Pil-pil ini akan lebih efektif bila digunakan untuk pencegahan dan mengobati kriminal daripada menjebloskan orang ke penjara," katanya. Di Indonesia, mungkin ini bisa diberikan kepada para pejabat atau wakil rakyat yang korup dan tidak bermoral.
Wah seharusnya yg minum pertama kali obat ini tu si pejabat DPR (Dewan Porno Rakyat). Mask pas sidang malah nonton bokep??? yg bener aja lo pak dewan yg GAK terhormat...
kalau anda nonton bokep, berarti rakyat anda juga boleh kan nonton bokep?? hahaha... PLEASE donk pak sadar... yg gaju eloe tu gwe pak.. bayar pajak tiap taun buat anda2 di yg di DPR..
Please pak jangan nonton bokep pas sidang.. meding nontong spongebobs aja.. kan malah bisa ketawa,,haha... anggota yg lain pada sibuk bertengkar karena pendapat yg berbeda,, anda malah ketawa sendiri kayak ornag gila karena nontong sponge bobs... :D
Para ilmuwan memang sangat tertarik untuk mengembangkan teknologi biomedis yang dapat mempengaruhi proses biologis, sehingga bisa meningkatkan perilaku moral seseorang.
"Sekarang, ini menjadi topik yang hangat di bidang riset saintifik," kata Dr Tom Douglas, periset dari Uehiro Centre Oxford University, seperti dikutip dari situs Guardian.
Menurut Douglas, yang juga merupakan salah satu pengarang buku Enhancing Human Capabilities, sebenarnya saat ini sudah ada obat-obatan yang dapat mempengaruhi pemikiran berlandaskan moral serta perilaku.
Prozac, misalnya, bisa meminimalkan agresi dan kegetiran terhadap lingkungan sekitar. Dengan kata lain, obat ini juga bisa membuat pasien menjadi lebih kompromis. Sementara itu, Oksitosin, atau biasa disebut dengan 'hormon cinta', diketahui dapat meningkatkan perasaan terhadap ikatan sosial dan empati, sekaligus juga mengurangi rasa cemas.
"Para ilmuwan akan mengembangkan lebih banyak obat-obatan. Sekarang saja, misalnya, kita bisa meminta resep beberapa dosis Oksitosin, sebagai obat semprot di hidung," kata Douglas. Namun, tak semua orang setuju dengan pendapat Douglas.
Deputy Director of Oxford Centre for Neuroethics Guy Kahane, mengatakan bahwa obat mungkin bisa mempengaruhi respon emosional seseorang. Namun, menurut Kahane, meningkatkan perilaku moral, bukanlah sesuatu yang bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan.
Lagipula, andaikan hal itu bisa, ia juga ragu apakah orang-orang mau dengan sukarela menenggak pil demi memperbaiki moralnya. Kahane mengatakan, membuat seseorang menjadi lebih baik, tidak agresif, dan lebih lembut berarti membuat orang itu menjadi lebih mudah dieksploitasi orang.
Di sisi lain, Kahane mengakui, bila hal ini diterapkan secara luas, mungkin memang bisa membantu manusia dalam mengatasi masalah global dan kemanusiaan. Namun, Ruud ter Meulen, Director of the Centre Ethics University of Bristol, memperingatkan, obat ini kadang juga bisa menimbulkan efek buruk.
"Oksitasin memang bisa menanamkan rasa percaya dan kerjasama dengan orang lain pada kelompok sosial yang sama. Tapi ini juga bisa mengurangi rasa empati kepada orang yang berada di luar kelompoknya," kata Meulen.
Contoh lainnya, Meulen menjelaskan, pengobatan terhadap penyakit Parkinson menggunakan stimulasi otak juga bisa mengakibatkan pasien menjadi lebih berani mengutil dari toko, bahkan menjadi agresif secara seksual.
Meulen lebih setuju bila obat-obat pendongkrak perilaku moral ini digunakan pada sistem peradilan kriminal.
"Pil-pil ini akan lebih efektif bila digunakan untuk pencegahan dan mengobati kriminal daripada menjebloskan orang ke penjara," katanya. Di Indonesia, mungkin ini bisa diberikan kepada para pejabat atau wakil rakyat yang korup dan tidak bermoral.
Wah seharusnya yg minum pertama kali obat ini tu si pejabat DPR (Dewan Porno Rakyat). Mask pas sidang malah nonton bokep??? yg bener aja lo pak dewan yg GAK terhormat...
kalau anda nonton bokep, berarti rakyat anda juga boleh kan nonton bokep?? hahaha... PLEASE donk pak sadar... yg gaju eloe tu gwe pak.. bayar pajak tiap taun buat anda2 di yg di DPR..
Please pak jangan nonton bokep pas sidang.. meding nontong spongebobs aja.. kan malah bisa ketawa,,haha... anggota yg lain pada sibuk bertengkar karena pendapat yg berbeda,, anda malah ketawa sendiri kayak ornag gila karena nontong sponge bobs... :D
Apa itu tanda salib????
Apa itu tanda salib? teman-teman q yang katolik tau gak apa itu tanda salib?? klok gak tau dan gak pingin tau ya udah gak usah baca blog ini, mending pula tidur terus dikrumunin ulet bulu..hehehe... klok yang ingin tahu simak artikel ini ya..
Artikel ini aq tulis kembali dari kuasadoa.com... sebenarnya itu yang punya alamat itu adalah om (paman/paklik) ane sendiri.. jadi sekalian promosi biar saya bisa dapet AMPAU...hihihi.. ::ketahuan klok nolongnya gak iklas::
Udah deh,, mednding baca ini artikel...
Tanda salib merupakan sebuah tindakan fisik yang dimaksudkan untuk mengindikasikan relevansi dari salib yakni pengurbanan Yesus, dalam umat Kristiani yang menggunakan tubuhnya untuk menegaskan apa yang diyakininya.
Tanda Salib dalam bahasa latin disebut “signum crucis” adalah sebuah gerakan tangan ritual yang dilakukan oleh umat beriman khususnya orang-orang Katolik. Karena tidak semua cabang Kekristenan menjalani tanda salib ini. Tanda salib biasanya diiringi dengan pengucapan rumusan Trinitarian. Bagi umat Kristiani, gerakan tangan tersebut melambangkan salib di Kalvari karena membentuk salib di udara atau di permukaan tubuh seseorang. Ada dua bentuk utama, bentuk pertama diikuti oleh Gereja-Gereja Orthodoks Timur, dan bentuk kedua oleh Gereja-Gereja Barat (Gereja Anglikan, Gereja Lutheran, dan Gereja Katolik Romawi) dan Orthodoks Oriental. Tanda salib jarang digunakan oleh saudara-saudara / umat Kristen Protestan.
Gerakan tangan di dalam membuat tanda Salib digunakan tangan kanan terbuka. Kelima jari terbuka yang melambangkanke-5 luka Kristus. Sekalipun ini merupakan metoda paling umum dalam membuat tanda salib oleh Kristiani Barat (Gereja Katholik Roma), bentuk-bentuk lainnya kadang-kadang digunakan pula.
Umat Barat juga melakukan “tanda salib kecil” yakni menyentuh dahi, bibir dan dada dengan ibu jarei yang digerakkan membentuk tanda salib kecil sambil membisikkan kalimat:” Semoga Sabda Kristus berdiam dalam pikiran, bibir dan hatiku”. Tanda salib kecil ini dilakukan pada saat pembacaan Injil dalam Misa dan umum pula digunakan untuk memberkati diri dengan air suci di saat memasuki atau meninggalkan gedung Gereja.
Gerakan jari-jemari tangan.
Tanda salib dilakukan dengan menyentuhkan jemari tangan pada dahi, dada/perut dan kedua bahu, diiringi pengucapan rumusan Trinitarian:” Dalam Nama Bapa (di dahi), dan Putera (di dada), dan Roh Kudus (dari bahu kiri ke bahu kanan), dan diakhiri dengan pengucapan :Amin.
Menurut para Bapa Gereja, dahi melambangkan surga, perut melambangkan bumi, bahu merupakan tempat dan tanda kekuatan. Serta, tandan di dahi melambangkan doa kepada Allah Bapa memohon kebijaksanaan; tangan di perut melambangkan doa kepada Allah Putera yang berinkarnasi; dan tangan pada bahu melambangkan doa kepada Allah Roh Kudus.
Puau Innocentius III (1198-1216) memberi petunjuk sebagai berikut: “Tanda salib dibuat dengan tiga jari, karena tanda ini dilakukan sambil menyeru Nama Tritunggal…Beginilah cara melakukannya: dari atas ke bawah, dan dari kanan ke kiri, karena Kristus pun turun dari surga ke atas bumi dan dari bangsa Yahudi (kanan) Dia perindah ke bangsa-bangsa lain (kiri).
Meskipun demikian, orang-orang lain membuat tanda salib dari kiri ke kanan, karena dari sengsara (kiri) kita harus menyeberang menuju kemuliaan (kanan), sama seperti Kristus menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan dari alam maut ke Firdaus. Beberapa imam membuat tanda salib dengan cara ini agar mereka dan umat dapat menyelidiki kebenaran hal ini-perhatikan imam yang menghadap umat untuk memberikan berkat-bila kita membuat tanda salib ke arah umat, maka gerakannya adalah dari kiri ke kanan..
Para penulis seperti Herbet Thurson, penulis artikel Tanda Salib di Catholic Encyclopedia menapsirkan bahwa petunjuk tersebut mengindikasikan bahwa pada masa itu umat Kristiani bai Timur dan Barat menggerakkan tanganya dari pundak kanan ke kiri. Kini, umat Kristiani Barat dan Orthodoks Oriental menyentuh bahu kiri sebelum ke kanan. Umat Kristiani Byzantium menggunakan gerakan dari kanan ke kiri.
Artikel ini aq tulis kembali dari kuasadoa.com... sebenarnya itu yang punya alamat itu adalah om (paman/paklik) ane sendiri.. jadi sekalian promosi biar saya bisa dapet AMPAU...hihihi.. ::ketahuan klok nolongnya gak iklas::
Udah deh,, mednding baca ini artikel...
Tanda salib merupakan sebuah tindakan fisik yang dimaksudkan untuk mengindikasikan relevansi dari salib yakni pengurbanan Yesus, dalam umat Kristiani yang menggunakan tubuhnya untuk menegaskan apa yang diyakininya.
Tanda Salib dalam bahasa latin disebut “signum crucis” adalah sebuah gerakan tangan ritual yang dilakukan oleh umat beriman khususnya orang-orang Katolik. Karena tidak semua cabang Kekristenan menjalani tanda salib ini. Tanda salib biasanya diiringi dengan pengucapan rumusan Trinitarian. Bagi umat Kristiani, gerakan tangan tersebut melambangkan salib di Kalvari karena membentuk salib di udara atau di permukaan tubuh seseorang. Ada dua bentuk utama, bentuk pertama diikuti oleh Gereja-Gereja Orthodoks Timur, dan bentuk kedua oleh Gereja-Gereja Barat (Gereja Anglikan, Gereja Lutheran, dan Gereja Katolik Romawi) dan Orthodoks Oriental. Tanda salib jarang digunakan oleh saudara-saudara / umat Kristen Protestan.Gerakan tangan di dalam membuat tanda Salib digunakan tangan kanan terbuka. Kelima jari terbuka yang melambangkanke-5 luka Kristus. Sekalipun ini merupakan metoda paling umum dalam membuat tanda salib oleh Kristiani Barat (Gereja Katholik Roma), bentuk-bentuk lainnya kadang-kadang digunakan pula.
Umat Barat juga melakukan “tanda salib kecil” yakni menyentuh dahi, bibir dan dada dengan ibu jarei yang digerakkan membentuk tanda salib kecil sambil membisikkan kalimat:” Semoga Sabda Kristus berdiam dalam pikiran, bibir dan hatiku”. Tanda salib kecil ini dilakukan pada saat pembacaan Injil dalam Misa dan umum pula digunakan untuk memberkati diri dengan air suci di saat memasuki atau meninggalkan gedung Gereja.
Gerakan jari-jemari tangan.
Tanda salib dilakukan dengan menyentuhkan jemari tangan pada dahi, dada/perut dan kedua bahu, diiringi pengucapan rumusan Trinitarian:” Dalam Nama Bapa (di dahi), dan Putera (di dada), dan Roh Kudus (dari bahu kiri ke bahu kanan), dan diakhiri dengan pengucapan :Amin.
Menurut para Bapa Gereja, dahi melambangkan surga, perut melambangkan bumi, bahu merupakan tempat dan tanda kekuatan. Serta, tandan di dahi melambangkan doa kepada Allah Bapa memohon kebijaksanaan; tangan di perut melambangkan doa kepada Allah Putera yang berinkarnasi; dan tangan pada bahu melambangkan doa kepada Allah Roh Kudus.
Puau Innocentius III (1198-1216) memberi petunjuk sebagai berikut: “Tanda salib dibuat dengan tiga jari, karena tanda ini dilakukan sambil menyeru Nama Tritunggal…Beginilah cara melakukannya: dari atas ke bawah, dan dari kanan ke kiri, karena Kristus pun turun dari surga ke atas bumi dan dari bangsa Yahudi (kanan) Dia perindah ke bangsa-bangsa lain (kiri).
Meskipun demikian, orang-orang lain membuat tanda salib dari kiri ke kanan, karena dari sengsara (kiri) kita harus menyeberang menuju kemuliaan (kanan), sama seperti Kristus menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan dari alam maut ke Firdaus. Beberapa imam membuat tanda salib dengan cara ini agar mereka dan umat dapat menyelidiki kebenaran hal ini-perhatikan imam yang menghadap umat untuk memberikan berkat-bila kita membuat tanda salib ke arah umat, maka gerakannya adalah dari kiri ke kanan..
Para penulis seperti Herbet Thurson, penulis artikel Tanda Salib di Catholic Encyclopedia menapsirkan bahwa petunjuk tersebut mengindikasikan bahwa pada masa itu umat Kristiani bai Timur dan Barat menggerakkan tanganya dari pundak kanan ke kiri. Kini, umat Kristiani Barat dan Orthodoks Oriental menyentuh bahu kiri sebelum ke kanan. Umat Kristiani Byzantium menggunakan gerakan dari kanan ke kiri.
Subscribe to:
Comments (Atom)
