Sunday, April 3, 2011

TRIK DAN TIPS MEMBELI NOTENOOK TAHUN INI

Awal tahun ini, kami cukup dikejutkan dengan berbagai perubahan yang membuat notebook lebih mobile dalam artian mempunyai daya tahan hidup lama dan berkinerja mumpuni. Perubahan tersebut datang dari raksasa silikon Intel yang mulai meluncurkan prosesor barunya dengan graphics in die prosesor. Seperti tidak mau kalah, AMD juga turut meluncurkan proyek yang lama tertunda dengan AMD Fusion yang sama dengan pesaingnya, membuat sebuah graphics in prosesor yang hemat daya.

Perubahan tersebut membuat para calon pengguna notebook menjadi pusing, “Beli notebook dengan spesifikasi yang bagaimana, ya?”. Di artikel ini, kami akan memberikan beberapa tips memilih notebook dan sebagian platform baru yang sudah masuk ke dapur pengujian kami. Namun, kami tidak akan merekomendasikan merek apa pun karena kami belum menguji banyak notebook yang menggunakan platform baru. Kami hanya akan mencantumkan merek-merek yang sudah pernah kami uji agar Anda dapat mengetahui kinerjanya.
Prosesor

Seperti kita ketahui, prosesor adalah otak dari perangkat notebook atau desktop. Itulah yang membuat kami meletakkannya sebagai poin awal. Selain itu, para calon pembeli notebook biasanya menghadapi pertanyaan “Ingin prosesor apa?” saat ingin membeli notebook. Berikut informasinya..
Intel: Sandy Bridge platform



Awal tahun ini, intel resmi menggunakan platform Sandy Bridge untuk perangkat mobile dan desktop. Sandy Bridge akan menggantikan Arrandale yang selama satu tahun menjadi otak dari perangkat notebook. Lalu, apa yang membedakan kedua platform ini? Arrandale menggunakan fabrikasi 32nm untuk CPU dan 45nm untuk GPU. Keduanya diletakkan di dalam satu prosesor namun tetap berdiri sendiri (lihat gambar). Sandy bridge menggunakan fabrikasi CPU 32nm dengan GPU 32nm dan menjadi satu dalam die. Penurunan fabrikasi ini akan membuat lebih hemat daya dan lebih bertenaga

kiri: Arrandale, kanan: Sandy bridge

Lalu, apakah kinerja kedua platform ini berbeda? Sudah pasti. Intel menjanjikan kenaikan kinerja hingga 30 persen (perbandingan clock per clock) dibandingkan platform sebelumnya. Kami berkesempatan menguji kinerja Sandy bridge di notebook Acer Aspire 5950G, MSI GT680, Axioo Neon HNM dan Acer Aspire 4750. Tiga notebook pertama yang kami uji menggunakan Intel core i7 yang sama tetapi mempunyai spesifikasi jeroan yang berbeda. Acer Aspire 4750menggunakan Intel core i3 dengan graphics in prosesor. Anda dapat melihat perbandingan kinerja keempat notebook tersebut di tabel pengujian Sysmark 2007. Di sana, Anda dapat melihat kinerja sebuah notebook melonjak cukup jauh. Tidakkah ini menarik untuk Anda? Selain kinerja, Intel juga menepati janjinya untuk membuat notebook yang mempunyai daya tahan hidup lebih lama. Anda bisa melihatnya di tabel pengujian MobileMark 2007.

Lalu, bagaimana tips memilih notebook yang menggunakan platform Sandy bridge? Caranya sangat mudah. Yang harus Anda perhatikan adalah penamaan prosesor. Sebagai contoh, Arrandale menggunakan penamaan ”Intel core i7 740QM”, maka Sandy Bridge menggunakan penamaan “Intel core i7 2630QM”. Angka “2″ di depan menunjukkan bahwa prosesor yang terpasang menggunakan 2nd generation Intel core i. Bila kurang puas, Anda dapat mengeceknnya melalui system property. Jadi jangan salah, kedua platform ini masuk dalam penamaan “Intel core i” karena masih mengunakan fabrikasi yang sama. Bila Anda ingin membaca lebih lanjut soal teknologi Sandy bridge, dapat membacanya di Teknologi Sandy Bridge pada Mobile Computing

AMD: AMD Fusion




Berita tentang AMD Fusion sudah cukup lama menjadi bahan pembicaraan di internet. Akhirnya, awal tahun ini, AMD merilis platform Brazos. Proyek AMD Fusion sendiri merupakan penggabungan antara CPU (dual core atau lebih) dengan sebuah GPU dalam satu die. Penggabungan ini dimaksudkan untuk mendapatkan sebuah prosesor yang lengkap dengan TDP yang rendah. Selain itu, GPU juga dapat menjalankan beberapa aplikasi sehingga mempercepat pemrosesan data. AMD menyebut generasi prosesor ini sebagai APU (accelerated processing unit).

Bila Anda masih bingung dengan penamaan seri-seri yang ada di AMD, kami akan sedikit menjelaskannya kepada Anda.

* AMD Fusion merupakan proyek penggabungan CPU dengan GPU dalam satu die.
* AMD Brazos merupakan platform (sebuah sistem beserta kelengkapannya).
* AMD Zacate merupakan sebuah prosesor (seri E) dan diperuntukkan bagi notebook.
* AMD Ontario adalah prosesor (seri C) yang diperuntukkan bagi netbook.

AMD Fusion dapat ditemukan di pasaran baik yang menggunakan prosesor seri Zacate maupun Ontario. Untuk prosesor Zacate, Jagat Review berkesempatan melakukan tes kepada notebook Acer Aspire 4253. Anda dapat melihatnya di bagian hasil tes. Kami juga sempat kedatangan netbook Acer Aspire One 522 yang menggunakan prosesor Ontario. Jujur, kami mengacungkan jempol kepada prosesor yang satu ini. Bagaimana tidak, harga dan kinerjanya sangat menawan! Harga netbook ini sangat murah namun memiliki kelengkapan lebih dibandingkan netbook dengan Atom. Untuk jelasnya, Anda dapat membaca review kami di Acer Aspire One 522.

Kami tidak dapat mengatakan mana yang terbaik. Kedua prosesor itu menempati kelas yang berbeda. Namun, bila Anda berencana membeli netbook, alangkah baiknya melirik prosesor AMD dengan prosesor Ontario (C50).




Discrete: Intel GMA HD 3000

Dengan hadirnya Sandy Bridge dengan GPU yang menyatu di dalam die CPU, membuat kinerja graphics Intel GMA HD meningkat. Anda dapat melihat hasil kinerja GPU Intel di The “Real” Sandy Bridge Pada Mobile. Di artikel tersebut, Anda dapat melihat bahwa GPU Intel saat ini dapat menjalankan berbagai game 3D dengan cukup lancar di resolusi dan setting-an tertentu. Hal ini cukup membanggakan mengingat graphics Intel sebelumnya tidak bisa melakukannya sama sekali. Tetapi tunggu dulu, hal itu sepertinya berlaku bila Anda menggunakan prosesor kelas atas karena kinerja Intel GMA HD sepertinya bergantung sekali kepada CPU.

Kami melakukan tes kepada notebook yang menggunakan prosesor Intel core i7 dan core i3. Untuk notebook dengan Intel core i3, sepertinya graphics Intel mengalami penurunan (lihat artikel Acer Aspire 4750). Walaupun hasilnya tidak sekencang saat menggunakan prosesor Intel core i7, tetapi masih mumpuni untuk menjalankan game 3D. Kelebihan lain dari GPU Intel terbaru ini adalah adanya QuickSync yang akan mempercepat proses encoding video dengan menggunakan program encoding yang men-support QuickSync (lihat artikel The “Real” Sandy Bridge Pada Mobile). Satu hal yang menguntungkan dari graphics discrete adalah lebih hemat daya.
Non Discrete: NVIDIA vs AMD

Anda membutuhkan graphics yang mempunyai kinerja tinggi? Maka, Anda bisa menjatuhkan pilihan kepada dua raksasa graphics ini, AMD dan NVIDIA. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua merek ini cukup mumpuni untuk menjalankan berbagai game 3D di setting-an dan resolusi tertentu. Namun, yang perlu Anda ingat adalah graphics ini boros daya. Untuk AMD, pilihlah yang menggunakan graphics Radeon seri 5 dan 6 kelas menengah atau NVIDIA seri 4 dan 5 kelas menengah. Mengapa kami menyarankan kelas menengah? Agar kinerjanya tidak terpaut jauh dengan graphics Intel GMA HD3000.

Selain untuk menjalankan game 3D, kedua merek ini juga dapat digunakan untuk mempercepat beberapa aplikasi yang mendukungnya, seperti encoding video, tampilan Photoshop yang lebih ringan, dan lain sebaginya.
Memory SODIMM

Upgrade memory merupakan hal yang paling sering dilakukan, mengingat memory SODIMM saat ini sudah sangat murah dan terjangkau. Penambahan memory akan membuat aplikasi Anda merespon lebih baik dibandingkan sebelum upgrade. Yang harus Anda ingat adalah penambahan memory ini harus mengacu kepada OS 32bit atau 64bit. Di Windows 32 bit, maksimal memory yang dapat dibaca hanya sampai dengan 3 GB dan Windows 64 bit dapat membaca memory lebih dari 3 GB. Kami sarankan Anda meng-upgrade sesuai dengan kebutuhan. Untuk penggunaan sehari-hari dengan windows 32 bit, kami rasa 2 GB sudah cukup.

Storage: Hard disk vs SSD

Semakin besar semakin baik. Bagian ini adalah yang paling jarang di upgrade. Kalau pun Anda kekurangan kapasitas penyimpanan, pasti Anda akan membeli external storage dibandingkan mengganti yang sudah ada dengan kapasitas yang lebih besar. Tetapi tunggu dulu. Perkembangan storage notebook saat ini sudah bergeser ke SSD (solid state drive). Di dalam sebuah SSD hanya terdapat beberapa controller dan memory. Hal ini membuatnya unggul dbandingkan hard disk yang masih menggunakan mekanik. SSD diciptakan untuk dapat menahan getaran yang ekstrem ketika digunakan dan mempunyai kecepatan baca dan tulis yang cepat.

Kelemahan dari SSD adalah harganya yang cukup mahal dengan kapasitas yang masih kecil. Namun, Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan, seperti:

* Waktu loading windows dan aplikasi semakin cepat.
* Tahan guncangan.
* Kinerja meningkat.

Hal-hal tersebut telah kami buktikan di artikel “Keuntungan Upgrade Hard Disk Notebook” . Di artikel tersebut, Anda akan melihat perbedaan saat menggunakan hard disk dan SSD. Kami jamin Anda akan berpikir untuk meng-upgrade storage Anda dengan SSD.
Operation System: Usahakan Original


Kami menganjurkan Anda untuk membeli notebook atau netbook dengan operation system original. Selain lebih aman membawa perangkat itu ke luar negeri, Anda juga dapat melakukan update secara berkala sehingga berbagai lubang keamanan yang bocor dapat ditambal. Selain itu, biasanya notebook atau netbook dengan OS original menyertakan Recovery Utility sehingga Anda dapat me-recovery Windows dengan mudah hanya dengan satu tombol. Harga yang ditawarkan sebuah perangkat mobile dengan OS original biasanya lebih mahal dibandingkan tanpa OS. Namun, yang harus Anda hitung adalah harga OS original tersebut yang menjadi murah karena dipaketkan dengan perangkatnya. Tentunya, Anda akan membayar lebih banyak jika membeli OS original secara terpisah..