Monday, March 28, 2011

NIH DISIMAK KEKURANGAN PADA IPAD 2 ADALAH KAMERANYA "CACAT"


Steve Jobs terkenal dengan kemampuannya dalam mempresentasikan produk terbaru Apple. Ia mampu menciptakan kesan sempurna, tanpa cacat, dan menarik perhatian serta minat setiap orang. Namun, kenyataannya tidak ada produk yang sempurna. Kecil atau besar, setiap produk pasti memiliki kekurangan. Contohnya tablet terbaru Apple, iPad2, yang belum lama ini dirilis. Banyak orang yang telah melaporkan buruknya kualitas kamera tablet tersebut.

Kamera bagian depan iPad2 menunjukkan kelemahannya pada saat melakukan panggilan video atau FaceTime. Pada awal penggunaan FaceTime, kamera iPad2 tidak menunjukkan masalah apapun. Namun, ketika para pengguna ingin melakukan panggilan baru, aplikasi FaceTime hanya menunjukkan gambar statis atau tidak bergerak dari panggilan sebelumnya. Ternyata me-restart aplikasi FaceTime tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Pengguna harus me-restart perangkat iPad2 mereka, bahkan ada beberapa yang harus meng-install ulang software perangkat tersebut.

Kamera bagian belakang iPad2 juga mengalami masalah, khususnya pada saat merekam video. Permasalahan tersebut muncul pada tampilan warna video yang terkadang tidak sesuai dengan objek. Belum diketahui permasalahan kamera iPad2 terletak pada software atau hardware tablet tersebut. Namun, beberapa pengguna mengatakan bahwa update software iOS 4.3.1 juga tidak membantu.

Berita ini menunjukkan bahwa membeli sebuah perangkat pada hari rilisnya bukanlah ide yang bagus. Mungkin lebih baik menunggu hingga semua permasalahan penggunaan ditemukan dan diperbaiki terlebih dahulu.

NIH... GITAR TANPA SENAR




Sama halnya dengan smartphone yang mulai meninggalkan penggunaan hardware keypad, gitar pun mulai meninggalkan penggunaan senar. Penggunaan layar sentuh pada smartphone telah membukakan jalan bagi beribu-ribu aplikasi untuk dapat digunakan pada perangkat tersebut. Para produsen instrumen musik pun mulai melihat tersebut dan mulai membuat gitar dengan teknologi layar sentuh, seperti Misa Kitara, untuk menyuguhkan pengalaman bermain musik yang unik dan fleksibel.



Kini giliran Hyper Touch Guitar yang menunjukkan giginya di dunia instrumen musik masa depan. Gitar futuristik ini didesain oleh Max Battaglia dari Studio Desain Givingshape. Feature yang disuguhkan agak berbeda dengan gitar Misa Kitara yang menggunakan tombol-tombol pada setiap fret untuk memimik penggunaan senar dan sebuah layar sentuh berukuran 8” untuk bermain. Hyper Touch Guitar sepenuhnya bersandar pada teknologi layar sentuh. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam bermain dan memilih jumlah senar serta fret yang digunakan. Jadi, pengguna dapat mengganti jumlah senar pada gitar dari 6 menjadi 12 hanya dengan menekan sebuah tombol. Mereka tidak perlu lagi menggunakan gitar elektrik dengan dua leher yang sempat populer di era 70-an.


Perubahan desain smartphone yang bersandar pada teknologi layar sentuh telah terbukti populer di kalangan pengguna karena keindahan pengalaman penggunaan yang disuguhkan. Namun, bagaimana dengan alat musik yang mengambil langkah serupa, seperti Hyper Touch Guitar? Saya pribadi belum bisa melihat para gitaris meninggalkan gitar listrik konvensional untuk gitar futuristik seperti ini, lagipula Hyper Touch Guitar masih berupa konsep.